GALERI MADRASATUL QURAN |

Hukum Negara

Pancasila Pedoman Bangsa Indonesia Lima Sila penjunjung persatuan Dasar Negara tercinta Setiap silamu Pusat penghakiman hukum negara Keadilan ditegakkan atas syairmu bagi mereka yang mencari keadilan Saat syairmu mulai dilupakan Saat silamu mulai tak diamalkan Saat mereka mulai melanggar Disitulah pancasila mulai hilang Maka kita sebagai penerus bangsa Harus tetap Read more…

Setengah Layak

Selagi bintang masih berkelip Dengan deburan gagahnya cahaya gemintang Yang seakan tak pernah suram Senantiasa hiasi langit malam Semoga sholawat Allah tetap tercurah Berikut serangkaian rahmat agung-Nya Atas Muhammad, penunggang unta terbaik Satu per satu dari para pencintanya Seakan tak lekang oleh waktu, mereka sebut namanya Walau raga tak pernah Read more…

SANTRI MILENIAL

Santri terkadang dipandang oleh masyarakat sebagai orang yang hanya bisa mengaji, tahlil dan lain sebagainya. Hal ini membuat masyarakat tersebut memandang rendah para santri. Mereka menganggap bahwa santri adalah manusia yang jadul alias ketinggalan zaman dan tidak memiliki potensi besar dalam mencari kerja. Alasan diatas jelas membuat beberapa orang tua Read more…

Lentera Api

Dalam himpunan – himpunan Yang membaur dengan bisikan alam Hingga metabahtera belayar Dengan tiupan yang lembut lagi menghanyutkan Rasa takdzim dari sseoran santri Diatas susunan tapak ilmu Bergeming kitab dari segala disiplin Yang dipenuhi goresan – goresan mutiara Dan garis yang menggradien Dibalik lensa sorrang guru Disanalah… Ensiklopedia lagi cakrawala Read more…

Santri MQ

Dalam suatu himpunan-himpunan Umbaian cinta dan rudukan nasib Dengan sebuah tekad tinggi Penuh ambisi bermutu Kebiasaan-kebiasaan mulia Pengharum songsongan hari Bersama kalam-kalam suci Seluruh lisan bersenandung Lirik lagu khas tradisi Pencerah lokasi temaram Periuh ridang kesunyian Mereka berada di dalam perang Melawan hawa, nafsu dan cobaan Bersama satu pegangan sejati Read more…

Pada Malam Ini 2

(Sebuah cerita penerus Pada Malam Ini) “Nis… Nis. Bangun” Suara samar-samar terdengar di telinga Annisa. Annisa pun terbangun, dengan posisi tidur berada di lantai. Dia pun duduk dari terbaringnya. Dengan pandangan yang masih samar-samar, Annisa memfokuskan objek yang ada di hadapannya. Rupanya bibinya. “ Kamu kok bisa tidur di sini?” Read more…