GALERI MADRASATUL QURAN |

“tidak ada produk tuhan yang gagal, semua punya kodratnya masing-masing”.

Begitu ungkapan M. Taufiq M.Pd dalam acara sosialisasi pelatihan kurikulum merdeka belajar kolaborasi MTs dan MA Madrasatul Qur’an Tebuireng.

Acara yang berlangsung pada Sabtu, 23 Juli ini bertujuan untuk melatih pendidik dalam teknik mengajar sesuai kurikulum merdeka belajar yang digagas oleh Nadiem Makariem (mendikbudristek RI). Kurikulum merdeka belajar adalah kurikulum inovatif pengganti kurikulum darurat pasca COVID-19 dimana siswa diharuskan mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring. Kurikulum yang mengedepankan pendekatan saintifik dan konsep blanded learning ini menjadi arti merdeka bagi  pihak sekolah untuk menggunakan konsep KBM yang lebih moderat dan menyenangkan. Sesuai dengan situasi dan kondisi yang terdapat di sekolah  sehingga para siswa tidak merasa monoton dengan pembelajaran yang ada.

Dalam kurikulum merdeka belajar dijelaskan cara bagaimana menyikapi sikap siswa yang kurang baik. Dikarenakan faktor lingkungan ataupun pergaulan. Maka dari itu, pendidik dapat menggunakan Assesment untuk menyikapi sikap siswa tersebut. Seperti penggunaan Assesment as learning (penilaian selama pembelajaran), Assesment for learning (penilaian untuk pembelajaran), Assesment of learning (penilaian akhir pembelajaran). Hal ini berfungsi untuk mengklasifikasi bakat siswa. Diharapkan memberi banyak porsi belajar secara diskusi daripada proses belajar dari sumber belajar. Kurikulum ini menekan para siswa untuk belajar mandiri, berdiskusi, dan dapat mempresentasikan suatu hal pembelajaran.

Hikmah dari kurikulum ini adalah siswa dapat berdiskusi dan bekerja sama dengan teman sebayanya serta siswa dapat meningkatkan daya kreatifitasnya. Sedangkan maksud dari acara pelatihan sosisalisai kurikulum merdeka belajar ini adalah agar para guru bisa tahu bagaimana cara mengajar yang baik dengan menggunakan cara Assesment Formatif dan Sumatif agar para siswa tahu bagaimana serunya mencari ilmu.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: